Selamat HUT RI ke-75, Kepala UPT SDN 28 Tumampua Sadriawati: Pandemi Tak Kurangi Makna Peringatan Kemerdekaan RI ke-75

Selamat HUT RI ke-75, Kepala UPT SDN 28 Tumampua Sadriawati: Pandemi Tak Kurangi Makna Peringatan Kemerdekaan RI ke-75
Selamat HUT RI ke-75, Kepala UPT SDN 28 Tumampua Sadriawati: Pandemi Tak Kurangi Makna Peringatan Kemerdekaan RI ke-75

PANGKEP- Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) SDN 28 Tumampua Pangkajene Kabupaten Pangkep Sadriawati, S.Pd, M.Pd saat ditemui disela-sela kesibukan dihalaman sekolahnya dipagi hari, Kamis (13/8/8/2020) mengungkapkan bahwa Pandemi Covid-19 yang melanda negeri kita, tidak mengurangi makna dan kreatifitas dalam memperingati HUT RI ke-75 tahun 2020.

Dijelaskan Sadriawati yang dikenal aktif dan kreatif dalam menahkodai SDN 28 Tumampua sehingga akhir tahun 2019 lalu telah sukses menyabet sekolah Adiwiata dan prestasi lainnya, juga sekolah ini dikenal sebagai sekolah unggulan di Kabupaten Pangkep membuat banyak orang tua siswa yang membawa anaknya mendaftar di SDN 28 Tumampuan sehingga melebihi dari kuota yang mau diterima pada setiap tahun ajaran pendaftaran.

Dalam penjelasan tentang makna HUT RI ke-75 ditengah Pandemi bahwa memasuki Agustus, setiap tahunnya seluruh rakyat Indonesia bersiap menyambut hari yang sangat istimewa yaitu Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Tepat 75 tahun silam, para pemimpin bangsa berkumpul dan presiden pertama Indonesia yakni Ir. Soekarno bersama Muhamad Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia dengan ditandai pembacaan naskah proklamasi.

Menurutnya bahwa momentum ini mengingatkan bangsa Indonesia pada sejarah perjuangan pahlawan bangsa yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia dan serangkaian kejadian pada masa sebelum proklamasi, mengajarkan bangsa Indonesia untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan dapat terbebas dari penjajahan negara lain.

“Gegap gempita perayaan hari kemerdekaan Indonesia biasanya berlangsung dengan sangat meriah di seluruh penjuru Tanah Air. Ketika hari kemerdekaan tiba akan begitu banyak kegembiraan para siswa berkumpul untuk melakukan banyak aktivitas seperti perlombaan atau pertandingan.

Namun perayaan kemerdekaan tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya mengingat Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19. Selama pandemi berlangsung, menjaga jarak fisik (physical distancing) dari orang lain merupakan salah satu protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini sangat penting guna memutus mata rantai penyebaran dan mengurangi resiko penularan Covid-19.

Pada peringatan 75 tahun kemerdekaan tahun ini, perayaan Hari Kemerdekaan akan meminimalisir pertemuan orang secara langsung dan lebih banyak dialihkan dalam acara virtual. Indonesia menerapkan pembatasan ini agar orang tidak saling kontak satu sama lain.

Seluruh elemen bangsa dalam hal ini, perlu mengingat bahwa momentum Hari Kemerdekaan dapat dirayakan dengan berbagai cara yang mungkin terlihat berbeda dari tahun sebelumnya namun secara substansi tetap sama. Substansi utama dalam setiap perayaan Hari Kemerdekaan sejatinya adalah kontribusi atau partisipasi publik untuk menumbuhkan dan membangkitkan semangat serta jiwa nasionalisme.

SDN 28 Tumampua Pangkajene turut berpartisipasi dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. memandang bahwa pendidikan merupakan cita-cita bangsa Indonesia sekaligus aspek penting sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Melalui pendidikan bangsa Indonesia dapat terbebas dari belenggu kebodohan dan penjajahan.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, dunia pendidikan tetap harus tumbuh dan mendapatkan perhatian utama karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi generasi muda agar tetap mampu bersaing dengan bangsa lain di masa depan.

Untuk itu, dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, SDN Tumampuan Pangkajene berkomitmen untuk mewujudkan makna kemerdekaan dengan cara memberikan pembelajaran Pendidikan bagi siswa lewat Daring dan Juring secara aktif.

Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

“Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa, dimasa Pandemi Covid-19, secara virtual” ujarnya.

Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat 1) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; atau 3) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Kemendikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak SD yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan peserta didik.(herman djide)