Kadis Dikbud Bantaeng: Tidak Ada Intervensi Hasil pada Seleksi Calon Kepala Sekolah

Kadis Dikbud Bantaeng: Tidak Ada Intervensi Hasil pada Seleksi Calon Kepala Sekolah

INDONESIA SATU:

BANTAENG - Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bantaeng, Muhammad Haris, M.Si, Mengawasi langsung semua tahapan pelaksanaan seleksi calon kepala sekolah.

Pada media Indonesiasatu, Muhammad Haris memaparkan bahwa selama pelaksanaan teks substansi, Dia tidak melepas pengawasan pelaksanaan pada dua tempat pelaksanaan yakni SMP  negeri 1 Bissappu dan SMP negeri 3 Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Yang mana  kedua tempat tersebut dinilai punya jaringan WiFi memadai untuk melaksanakan kegiatan ini secara virtual.

"Kita kawal agar tercipta suatu mutu, Sebagai siapa,Tingkah laku, Disiplin maupun Gerak gerik peserta, Ini karena dapat mengimplementasikan hasil sebagai calon pemimpin", Kata  Drs.Muhammad Haris pada Media Ini, Senin,(9/11/2020)

Menurut Muhammad Haris, Pengawasan pada Spiritual vision yang sifatnya negatif, Dimana biasa terdapat sifat ego, sombong, harus dihentikan, karena hal ini merupakan sifat yang tidak bisa berkolaborasi. 

Tidak bisa membangun Kingword
bagaimana memahami emosional vision terkait kompetensi sosial yang didalamnya ada rekam jejak. 

Intelektual vision itu, Kata Muhammad Haris, Bagaimana mampu menjawab tantangan era 4.0 (digitalisasi). Terkait dengan kapasitas dan kapabilitas kompetensi sebagai kepala sekolah harus menjadi kompotensi yang baik dan memberi contoh karakter pada satuan pendidikan, Harus memahami kompetensi sosial, serta managerial.

Dikatakannya kalau tugas pokok kepala sekolah ada 3 di antaranya mampu memahami tata kelola manajement, paham bagaimana supervisi dan repliksi sebagai kepala sekolah, bagaimana
membangun interprenius 
harus mampu mencukupkan yang tidak cukup. Jangan sampai jadi kepala sekolah kerjanya cuma mengeluh.

"Sebagai contoh walaupun suatu sekolah yang siswanya sedikit, Namun mampu melakukan sesuatu inovasi untuk sekolahnya", Ujarnya

Menjawab pertanyaan tentang peserta yang lolos  mengikuti tahapan teks langsung, Dia memaparkan bahwa tahapan tersebut semakin kompetitif.
 
"Jika kita masuk dalam tahapan teks langsung, kita harus berdiri seakan akan kita sudah menjadi  kepala sekolah, karena jawaban yang akan diberikan adalah jawaban sebagai seorang kepala sekolah", Urai kadis pendidikan

Dibutuhkan skill, Pesannya, Karena menurutnya karena Indonesia saat ini masih krisis kepemimpinan, Maka yang perlu di genjot bagaimana lahirn pemimpin yang bermutu. 

"Jadi menjadi pemimpin adalah mampu memanagement yang dipimpinnya, Termasuk memberi kapasitas bawahannya untuk mampu menunjukan skill-nya sebagai kolaborasi yanh baik antara pemimpin dan di pimpin.

Mengenai pelaksanaan secara Virtual, Muhammad Haris menanggapi bahwa ini bukan saja melihat kemampuan nolistnya, autentiknya, atentutnya, sikapnya, tapi ini dituntut bagaimana kamapuan IT nya.

"Hasil dari semua proses itu ditentukan oleh Tim penguji LP2KS. Tidak ada jalur intervensi atau campur tangan dinas pendidikan dalam menentukan kelulusan peserta seleksi.

Pada kesempatan ini juga saya tegaskan, Bagi kepala sekolah yang megiming imingi jaminan kelulusan dengan bayar,  Maka pertaruhan saya adalah kepala Dinas, jika tahu maka hari itu juga saya pastikan ada tindakan tegas dalam kapasitas saya sebagai kepala Dinas Pendidikan.

"Artinya jika kita mau mutu maka kita harus berfikir proses bukan hasil yang tidak melalui proses, maka pada akhirnya mutu yang akan kita peroleh", Pesan Drs. Muhammad Haris.

"Ada tiga tahap seleksi test, test substansi, dan proses Diklat dimana ditentukan oleh LPPKS, Disana akan ada laporan, makalah sebagai calon kepala sekolah dihadapan tim penguji secara virtual. Yang lolos pada tahapan Diklat selanjutnya di dorong pada LPPKS, yang dinyatakan lolos langsung masuk Simtendik dikementrian, simtendik merupakan data pokok seluruh calon kepala sekolah seluruh Indonesia.
Disitu akan keluar nama bersamaan dengan bukti kelulusan sari LP2KS dan selanjutnya dikirim ke LP3KS selanjutnya keluar NUKS (nomor Unik kepala sekolah) yang menandakan syarat pelantikan sebagai kepala sekolah", Pungkasnya

(Ryawan)