Gubernur Sulsel dan Istri Manfaatkan Sisa Libur Panjang Olah Kebun

Gubernur Sulsel dan Istri Manfaatkan Sisa Libur Panjang Olah Kebun

INDONESIA SATU:

MAROS - Akhir libur panjang tidak disia siakan oleh pasangan suami istri orang nomor satu di Sulawesi Selatan, yakni Prof.HM Nurdin Abdullah dan Hj.Liestiaty F Nurdin untuk aktivitas diluar dari kegiatan pemerintahan.

Diketahui sejak masuk libur panjang yang dimulai pada Tanggal 28 Oktober 2020, Gubernur Sulawesi Selatan masih disibukkan pada kunjungan kerja ke beberapa kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan.

Hari ini, Minggu, 01 November 2020, Berada pada penghujung libur panjang, Kedua pasangan suami istri itu
menyiapkan waktu untuk bercocok tanam di lahan miliknya di sekitar Kawasaan Wisata Puncak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Berhasil dihimpun, Di kebun tersebut dikembangkan sejumlah komoditi buah-buahan seperti durian, rambutan dan mangga.

"Hari Minggu ini, Saya dan Bapak bercocok tanam",Kata Lies, Sapaan Istri Gubernur Sulawesi Selatan.

Lies pada kesempatan tersebut juga ikut mencangkul tanah  sebelum menanam bibit buah. Demikian halnya sang suami, Gubernur Nurdin Abdullah.

Di atas lahan itu juga dibuat empang untuk ikan. Lies kemudian menebar benih ikan ke dalamnya, tiap kantong berisi sekitar seribu ekor.

"Iya, jadi kita juga ada empang di sini. Tadi Alhamdulillah sudah kita tebar ya, benih ikannya", tambah Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel itu.

Pekarangan rumah pun kata dia, bisa dimanfaatkan. Misalnya menata untuk kebun mini hingga kolam ikan, sayuran dan buah bisa ditanam sehingga tidak harus ke pasar lagi hanya untuk kebutuhan yang ringan.

"Kalau perlu hidroponik dan metode lain itu, Saya kira banyak cara bisa kita lakukan. Mau cabe, tomat atau kangkung, tinggal petik saja", imbuhnya.

Sementara itu, Nurdin Abdullah yang indentik dengan inisial NA itu mengajak masyarakat sekitar lebih kreatif mengolah lahannya. Dirinya berharap kesejahteraan masyarakat lebih meningkat dengan mengikuti pola bercocok tanam seperti dilakukannya.

Disamping mengembangkan tanaman jangka pendek, juga memelihara tanaman jangka panjang. Lulusan Ilmu Kehutanan itu meyakinkan, jika manusia menjaga alam maka niscaya alam akan menjaga juga keberlangsungan hidup manusia.(***)